Minggu, 17 Agustus 2014

Apa itu Diafragma (Aperture)?

Diafragma (Aperture) adalah bukaan lensa kamera dimana cahaya masuk. Bila bukaan besar, akan banyak cahaya yang masuk dibandingkan  dengan bukaan kecil. Selain merupakan salah satu cara mengendalikan cahaya yang masuk, bukaan digunakan  juga untuk mengendalikan ruang tajam (Depth of Field/DoF)
Dalam praktiknya, jika kita berada di lingkungan yang memiliki cahaya sangat terang, maka kita bisa menutup aperture sehingga lebih sedikit cahaya yang masuk ke dalam. Jika kondisi lingkungan gelap, maka kita bisa membuka aperture lensa sehingga hasil akhir menjadi optimal. Ini dapat dianalogikan seperti jendela, semakin terbuka maka semakin banyak cahaya yang masuk begitu pula sebaliknya.
Aperture juga bisa digunakan untuk mengendalikan  ruang tajam.Aperture besar membuat kedalaman ruang menjadi tipis, akibatnya latar belakang menjadi kabur. Aperture kecil  membuat bidang menjadi besar, akibatnya semua bidang dalam foto menjadi tajam atau berada dalam ruang focus.
Aperture atau bukaan dinyatakan dalam satuan f-stop. Umumnya istilah bukaan ini disebut dengan bukaan/aperture 5.6, dalam bahasa fotografi yang lebih resmi bisa dinyatakan sebagai f/5.6. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa fungsi aperture adalah sebagai pengendali seberapa besar lubang sensor terbuka. Semakin kecil angka f-stop berarti semakin besar lubang ini terbuka (dan semakin banyak volume cahaya yang masuk) vice versa, semakin besar f-stop maka semakin kecil lubang yang terbuka.
Cahaya yang masuk ke sensor CCD sangat tergan tung bukkan lensa yang digunakan. Bukaan diafragma berpengaruh terhadap ruang tajam (depth of field). Cara paling mudah untuk memahami pengaruh diafragma terhadap ruang tajam adalah dengan “hafalan klasik” berikut ini.
  • Diafragma kecil ditunjukkan  dengan angka besar (f/45, f/22,f/11)
  • Diafragma besar ditunjukkan  dengan kecil (f/1.4, f/2.8, f/1.4, f/1.2)
  • Diafragma kecil menghasilkan depth of field (DOF) yang luas, seluruh bagian gambar tampak tajam (in shop focus)
Diafrgama lebar menghasilkan DOF sempit, hanya bagian yang difokus saja yang tajam, objek dibelakangnya dan di depan focus akan blur.

Teknik Fotografi Untuk Pemula


  1. Pahami dahulu bagaimana kamera anda bekerja. Coba pelajari tombol-tombol di kamera anda, pahami fungsinya apa saja. Jangan lupa menu dan fungsi-fungsi juga, buku petunjuk atau manual book jangan sampai hilang karena buku ini penting bila kamera anda berbeda dengan kamera yang banyak digunakan orang. Aplikasi teknik fotografi apapun tanpa penguasaan kamera DSLR hasilnya tidak akan maksimal. Sekedar pengetahun ada baiknya anda juga mengerti perbedaan antara kamera DSRL yang professional dan pemula, kenapa? Sebenarnya prinsip kamera semua sama namun ada beberapa fasilitas pada kamera DSLR professional yang tidk ada di kamera pemula.  Anda bisa membaca kembali post anatomi Kamera DSLR dan perbedaan kamera DSLR Pemula dan ProffesionalSelanjutnya adalah mempelajari tiga kompenen penting dalam fotografi yang sering disebut juga segitiga eksposure yaitu: shutter speed, aperture, dan ISO. Terkadang beberapa fotografer melakukan kombinasi dari ketiga hal diatas dan menciptakan teknik fotografiyang baru. Semisal shutter speed rendah dengan Aperture besar untuk memotret low light dimalam hari.
a.  Shutter speed
Penjelasan secara teoritis silakan baca post tiga komponen penting fotografi-shutter speed. Coba anda bermain-main sekaligus bereksperimen dengan shutter speed, tau dimana letak pengaturan shutter speed kan? Silahkan baca kembali tulisan diatas. Anda bisa bereksperimen di jalan, foto salah satu kendaraan yang lewat dari pinggir jalan dengan penaturan  shutter speed 1/30 dan 1/100. Bandingkan hasilnya diantara dua kecepatan shutter.  Pada angkan 1/30 hasil nya, objek foto akan seperti berkelebat sedangkan pada angka 1/100 objek foto tampak seperti membeku.
b. Aperture
Penjelasan teoritisnya bisa dilihat pada post tiga komponen penting fotografi: Aperture. Aperture dalam bahasa Indonesia berarti diafragma kamera. Aperture juga erat kaitannya dengan Depth of Field (Dof), silahkan baca teorinya di Memahami Depth of Field. Semakin besar anda membuka aperture dan ditandai dengan angka bukaan yang kecil f 1.8, f 2.4, maka semakin banyak cahaya yang masuk kedalam sensor/film. Silahkan anda mencoba memfoto objek dengan bukaan aperture yang besar semisal dengan f 1.8 maka hasilnya background akan blur dan tajam hanya pada objek saja biasanya teknik fotografi ini digunakan untuk fotografi portrait. Berbeda bila anda memfoto dengan aperture dengan bukaan kecil seperti f 8/ f 11 maka seluruh bagian foto akan tampak tajam dan teknik fotografi ini cocok untuk fotografi landscape.
c. ISO
Sebelum saya memberikan contoh dalam penggunaan ISO ada baiknya membaca post tiga komponen penting dalam fotografi: ISO. Hal ini penting bagi pemula karena penggunaan ISO sangat terkaitan dengan noise, dengan ISO yang rendah maka noise di foto akan berkurang dan ini salah satu tips mengatasi noise. Anda bisa bereksperimen dengan mengubah-ubah angka ISO di kamera anda pada saat memotret foto. Hasilnya silahkan lihat anda memperbesar foto di computer, Akan terlihat perbedaan  yang jelas. Salah satu teknik untuk mendapatkan foto yang tajam anda harus mengkombinasikan ISO yang rendah dengan aperture bukaan besar, teknik fotografi ini mudah digunakan dan diaplikasn dan hasilnya memuaskan.

Tips Foto Bokeh

1. Gunakan shutter speed lensa tercepat
Sebuah lensa cepat membantu dalam memotret bokeh sempurna seperti lensa 50 mm F.1/8, f/1.4,atau  f/2.8 dapat menjadi pilihan lensa yang baik untuk menangkap bokeh. Berbeda dengan lensa zoom, lensa prime bekerja lebih baik. Anda juga dapat menggunakan lensa prime 35 mm untuk menembak bokeh. Sebuah f/2.8 70-300mm merupakan lensa yang dapat memberikan bokeh yang baik. Jika Anda tidak memiliki lensa ini tetapi hanya lensa kit, 18-55mm Anda dapat menggunakan juga. Hanya zoom 18-55mm Anda pastikan aperture ke f/5.6 dan mencobanya. Jumlah f yang lebih besar, semakin besar adalah aperture yang memberikan ruang untuk lebih banyak cahaya untuk memotret bokeh di malam hari. (F/1.8 atau f/1.4 dapat memberikan Anda  bokeh hebat berbeda dengan f / 9 atau f/11 atau f/22)

2.  Manual fokus lebih baik
Shooting bokeh dengan fokus dalam mode auto bisa sangat merepotkan. Fokus, menyesuaikan, memfokuskan kembali akan semua yang Anda akhirnya melakukan berulang kali. Manual fokus yang terbaik, terutama jika Anda memiliki objek latar depan menjadi lebih sederhana untuk menempatkan gear Anda pada manual dan memotret dengan mudah.

3. Yang terbaik untuk foto bokeh adalah malam hari
Tidak ada aturan seperti itu bokeh tidak harus motret di siang hari. Namun benar-benar mempesona untuk menembak bokeh di malam hari dan tidak ada pertanyaan tentang hal itu. Warna, pola bokeh keseluruhan terlihat cantik saat dipotret pada malam hari.

4. Temukan cahaya yang tepat
Cahaya adalah faktor yang paling penting untuk pemotretan bokeh. Bila latar belakang nyala lebih mudah untuk mendapatkan yang sempurna berpola bokeh. Jika cahaya tidak cukup bokeh tidak akan cukup baik. Pastikan Anda menjaga ruang yang sama antara kamera dan latar belakang untuk mendapatkan bokeh yang tepat.